Minggu, 22 November 2015

SAtuan Penanganan Bencana

PMI Kota Magelang terlibat dan bekerja sama dengan masyarakat dalam penanganan dan penanggulangan korban angin puting beliung didusun kacetan kelurahan ngargosuko kec kaliangkrik kab magelang.
PMI Kota Bertindak cepat dg mengirim team assesment 1jam pasca terjadi angin puting beliung untuk mendata kebutuhan korban bencana yg terjadi pada tanggal 19 nopember 2014 pukul 16.00wib tersebut.
Hasil dari assesment yang telah dilakukan langsung ditindak lanjuti dg pemberian bantuan sesui dg kebutuhan mendesak para penyitas, selain mengirim relawan untuk membantu proses pembersihan puing puing rumah yang rusak PMI Kota Magelang juga memberi bantuan berupa terpauling yang dapat diguna sebagai atap darurat untuk menggantikan genten dan asbes yang beterbangan.
Dari data assesment yang didapat angin puting beliung tersebut telah merobohkan 2rumah 30rusak berat dan puluhan lainya rusak ringan sampai sedang.

Rabu, 14 Oktober 2015

volunteer magelang

Volunteer kota magelang (VM)
Adalah wadah dari anggota PMI Kota Magelang yg merupakan peleburan dari anggota KSR, TSR , FORPIS, PMR, dan RELAWAN DONOR DARAH. Volunteer Magelang bersekertariat di MARKAS PMI KOTA MAGELANG dg alamat Jln Pahlawan No 84 kota magelang.
VM selalu terlibat dalam kegiatan kegiatan kemanusiaan baik dalam keadaan benxana maupun aman. Berdasar pada Pringsup dasar palang merah dan bulan sabit merah VM selalu berusaha memberikan layanan yg terbaik buat masyarakat.
Kegiatan VM antara lain
1 desiminasi kepalang merahan
2 pembinaan generasi muda
3 bhaksos dan peduli lingkungan
4 aksi tanggap darurat bencana dll

Sabtu, 16 Agustus 2014

Sejarah Palang Merah Indonesia




Palang Merah Indonsia berdiri sejak Perang Dunia II, tepatnya pada tanggal 12 oktober 1873 dimana saat itu Pemerintah Belanda menbentuk Nederlandshe Roode Kruis Afdeeling Indie (NERKAI). Namun gerakan tersebut dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.
Dipelopori oleh Dr. R. C. L. Senduk dan Dr Badher Djohan. Yang membentuk rancangan Gerakan Palang Merah Indonesia pada tahun 1932 dan mendapat dukungan dari pelajar saat dan diajukan dalam Sidang Konferensi Narkai tahun 1940 itu namun ditolak. Rancangan tersebut juga sempat diajukan kembali pada masa pendudukan jepang namun juga ditolak dan kedua kalinya rancangan tersebut disimpan untuk menunggu saat yang tepat
Pada tanggal 3 September 1945 Presiden Soekarno memerintah Dr Boentaran (Menkes RI Kabinet I) untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional. Dengan dibantu oleh Dr R Mochtar (ketua), Dr Bahder Djohan (Penulis/Sekertaris) Dr R. M Djoehana Wirakartika, Dr Marzuki dan Dr Sitanala sebagai Anggota. Dr Boentaran mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia, dan pada Tanggal 17 September 1945 atau tepat setelah satu bulan kemerdekaan Negara Republik Indonesia, Palang Merah Indonesia terbentuk dan sampai saat ini Tanggal 17 September dinyatakan sebagai hari Palang Merah Indonesia (PMI)
Peran Palang Merah Indonesia dalam Bidang Sosial Kemanusiaan dan kepalang Merahan seperti yang disyarakat dalam konvensi Jenewa 1949 telah diratifikasi (janjikan/sahkan) Pemerintah Republik Indonesia melalui UU No 59 tahun 1958. Dan Pemerintah mengesahkan Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai perhimpunan nasional dengan Keputusan Presiden No 25 tahun 1950 dan merupakan satu satunya organisasi perhimpunan nasional yang menjalankan tugas kepalang merahan melalui Keputusan Presiden No 246 tahun 1963